Sabtu, 03 Juni 2017

Mikroba dalam bahan makanan

Kehadiran mikroba di dalam bahan makanan dapat mendatangkan keuntungan dan juga kerugian. Mikroba mendatangkan keuntungan dalam bahan pangan baik secara langsung atau tidak langsung, keuntungan dari mikroba dalam pangan adalah:
a.  Berperan dalam proses pengolahan makanan. Proses pengolahan makanan menggunakan mikroba adalah proses fermentasi. Proses fermentasi yang melibatkan kemampuan mikroba sesuai dengan kondisi proses dan hasilnya dibagi menjadi dua bentuk yaitu fermentasi secara alkoholis (bir, anggur, tuak dan cider) dan fermentasi secara non alkoholis (tempe, kecap, oncom, sosis dan yoghurt). Contoh bakteri Tempe: Rhizopus Oligosporus, Rhizopus Stoloniferus  dan Tape: Saccharomyces cerevisiae, Rhizopus oryzae.
b.  Berperan dalam peningkatan nilai gizi makanan. Peran ini dapat terlihat dalam pembuatan tempe dari kedelai. Di samping akan menghasilkan zat gizi yang jauh lebih baik dan lengkap, juga meningkatkan nilai organoleptik makanan hasilnya.
c.    Berperan dalam pengadaan bau dan rasa. Proses ini dilalui setelah proses fermentasi. Produk yang dihasilkan berbeda dari produk yang sebelumnya. Dengan adanya proses ini maka sebagian orang akan lebih menyukai produk baru yang dihasilkan. Contoh kedelai menjadi tauco dan kecap, susu diubah menjadi yoghurt.
d.  Berperan dalam perubahan warna. Warna, seperti bau dan rasa mempunyai arti penting untuk bahan makanan. Warna makanan yang menarik, akan lebih banyak mendatangkan peminat bila dibandingkan makanan yang tidak berwarna. Penggunaan warna pada bahan makanan sintetis banyak dikeluhkan masyarakat karena dari penelitian pada batas tertentu dapat bersifat karsinogenik. Karena itu, orang mulai beralih ke zat warna yang dihasilkan mikroba. Contoh Mikroorganisme Kamir Phaffia rhodozyma penghasil pigmen astaxantin karotenoid (merah orange), dan beberapa spesies kapang,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar